Akhiri Banjir Menahun, BBPJN Sumsel Siap Eksekusi Drainase Baru di Baturaja Timur.

TERANEW.id OKU_Baturaja timur 31 Maret 2026, Upaya mengakhiri persoalan banjir yang telah bertahun-tahun menghantui warga akhirnya memasuki babak nyata.

 

Bacaan Lainnya

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumatera Selatan memastikan akan segera mengeksekusi pembangunan ulang sistem drainase di kawasan rawan genangan di Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),langkah ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan penanganan menyeluruh dengan membongkar saluran lama yang dinilai sudah tidak memadai, lalu menggantinya dengan box culvert berukuran lebih besar. Solusi teknis ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas aliran air secara signifikan, sehingga potensi banjir dapat ditekan secara maksimal.

Pelaksanaan proyek ini melibatkan koordinasi lintas sektor. BBPJN Wilayah V Sumsel melalui pengawas Jimi dan tim bersinergi dengan pihak kepolisian, Camat Baturaja Timur, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar proses pengerjaan berjalan lancar, tepat sasaran, dan minim hambatan di lapangan.

 

Pengerjaan direncanakan dimulai pada April 2026, setelah arus mudik dan arus balik Idul Fitri usai, guna menghindari gangguan terhadap mobilitas masyarakat di jalur nasional tersebut. Lokasi pekerjaan sendiri berada di titik-titik strategis yang selama ini kerap menjadi langganan banjir akibat buruknya sistem drainase.

 

Selama ini, saluran air yang sempit dan tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama genangan yang berulang. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan perekonomian daerah.

 

Melalui langkah konkret ini, pemerintah pusat melalui BBPJN menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan desain drainase yang lebih modern dan kapasitas yang memadai, harapan besar pun disematkan: Baturaja Timur terbebas dari bayang-bayang banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik.

 

 

Herlan gondrong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *