Teranew.id, Batang Hari-Kembali terjadi kebakaran hebat yang melanda sumur minyak ilegal di Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, pada Rabu malam, 25 Desember 2024, pukul 23.00 WIB. Api yang menghanguskan fasilitas ilegal di kawasan Senami ini baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah upaya keras dari petugas pemadam kebakaran dan tim gabungan, Jum’at (27/12/2024).
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Penyelidikan Berlanjut
Kasat Reskrim Polres Batang Hari, AKP Husni Abda, SIK, MH, yang memimpin langsung pemeriksaan di lokasi, menyatakan bahwa sumur minyak ilegal tersebut digunakan untuk aktivitas tambang minyak tanpa izin. “Kami telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Dari hasil awal penyelidikan, diduga kebakaran terjadi karena pelaku kembali memasuki lokasi pasca-penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan. “Ada dugaan kuat bahwa pelaku memanfaatkan celah waktu setelah petugas meninggalkan lokasi untuk kembali beraktivitas. Hal inilah yang kemungkinan memicu kebakaran,” tambahnya.
Identitas Pemilik Sumur Ilegal Mulai Terungkap
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa sumur ilegal tersebut dimiliki secara kongsi oleh tiga orang berinisial UK, W, dan P. Salah satu pemilik, W, diduga bekerja di sebuah puskesmas dan saat ini diketahui sedang berada di Bali. Konfirmasi keberadaan mereka telah dilakukan oleh tim media kepada sejumlah pihak. Namun, Bunda I—tokoh yang pernah terlibat di kawasan Senami—menyatakan dirinya tidak lagi memiliki hubungan dengan aktivitas tersebut.
“Mengenai saudara P, saya juga tidak ada keterlibatan. Untuk W, mungkin sedang liburan di Bali,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Korban Kritis, Warga Mendesak Tindakan Tegas
Diketahui, dari insiden tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban. Satu korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Muara Bulian, sementara 1(Satu) korban lainnya dalam kondisi kritis dan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Jambi.
Masyarakat Desa Jebak mendesak agar kasus ini ditangani secara serius. Mereka berharap polisi dapat segera mengungkap dan menindak tegas pelaku di balik aktivitas ilegal ini.
Kawasan Senami Jadi Sorotan Tajam
Kawasan Senami selama ini menjadi pusat perhatian karena maraknya aktivitas tambang ilegal dan praktik pungutan liar yang meresahkan. Warga menilai bahwa peristiwa kebakaran ini hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah besar di kawasan tersebut.
“Kawasan ini sudah sangat menjadi sorotan tajam. Aktivitas ilegal dan pungutan liar di sini seperti tidak ada habisnya. Kami berharap pihak berwenang bertindak transparan dan tegas demi kebaikan bersama,” ujar salah satu warga.
Harapan untuk Penegakan Hukum yang Tegas dan Transparan
Masyarakat menuntut agar kasus ini diungkap secara menyeluruh, tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi korban tetapi juga untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami ingin kasus ini menjadi pelajaran besar, bahwa aktivitas ilegal tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam nyawa,” tegas seorang warga.
Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa praktik ilegal harus dihentikan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan sejahtera bagi masyarakat sekitar.
Sumber Info: Sigap91news.com