DPRD Jambi Nilai Gerakan Pasar Murah Langkah Positif

Anggota DPRD Provinsi Jambi menilai gerakan pasar murah yang digagas pemerintah hingga ke daerah langkah positif untuk menstabilkan harga di pasaran menjelang Ramadhan.

Bacaan Lainnya

‎”Intinya, program pasar murah jalan, tetapi instansi terkait tetap harus rajin-rajin turun melakukan pemantauan ke pasar,” kata Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan di Jambi, Sabtu.

‎Ia menyampaikan hal itu setelah melihat perkembangan pergerakan harga di Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun dan Merangin.

‎Menurutnya, berdasarkan data, stabilitas harga di kedua kabupaten tersebut justru menunjukkan tren yang lebih positif dibandingkan di kota.

‎”Kalau Sarolangun saya lihat tabel lebih baik dari Kota Jambi malahan. Hanya kedelai selisih sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” jelasnya.

‎Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Provinsi Jambi Rinna Syawal menambahkan, pemerintah memastikan kondisi harga bahan pokok di wilayahnya masih relatif stabil.

‎Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabe rawit merah yang kini menjadi perhatian khusus. Mengingat harga komoditas tersebut naik cukup tinggi dari Rp47 ribu ke Rp90 ribu.

‎Ia menjelaskan, tingginya harga cabe rawit merah dipengaruhi oleh faktor pasokan. Komoditas tersebut sebagian besar didatangkan dari luar daerah sehingga ketersediaan sangat menentukan harga di tingkat pasar.

‎”Cabe rawit ini pasokan dari luar, bukan dari Kota Jambi sendiri. Jadi jumlah pasokan itu sangat mempengaruhi harga,” katanya.

‎Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan potensi pelanggaran, pemerintah akan mengoptimalkan peran tim satuan tugas memantau sekitar 14 komoditas yang telah memiliki regulasi berupa harga eceran tertinggi (HET) termasuk harga acuan penjualan (HAP) di tingkat produsen maupun konsumen.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *