JAMBI – Maraknya aksi geng motor dan begal di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi, kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Keberadaan kelompok-kelompok remaja yang kerap melakukan aksi tawuran, konvoi liar hingga tindak kriminal di jalanan dinilai semakin meresahkan masyarakat dan mengancam keamanan lingkungan.
Ketua LSM P-NEKAD Kabupaten Muaro Jambi, Iwan Banjar, mengatakan aksi geng motor dan begal yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Bahkan, tidak sedikit warga yang menjadi korban akibat ulah kelompok tersebut.
“Gerombolan geng motor dan begal saat ini semakin meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Jambi. Banyak korban yang berjatuhan akibat aksi mereka. Selain itu, mereka juga sering terlibat tawuran antar kelompok di jalanan yang membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” ujar Iwan Banjar, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan tersebut. Ia juga meminta patroli rutin terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan pada malam hingga dini hari guna mencegah aksi geng motor, balap liar, tawuran, dan tindak kriminal lainnya.
Upaya patroli untuk mengantisipasi geng motor dan kejahatan jalanan sendiri terus dilakukan oleh jajaran kepolisian di wilayah Jambi. Polda Jambi maupun Polresta Jambi secara rutin menggelar patroli malam dan patroli dini hari di sejumlah titik rawan guna mencegah aksi tawuran, balap liar, geng motor, serta tindak pidana jalanan lainnya.
Iwan Banjar menilai penanganan persoalan geng motor tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan semata. Menurutnya, peran orang tua, pemerintah, dan pihak sekolah sangat penting karena mayoritas pelaku yang terlibat masih berusia remaja, bahkan sebagian berstatus pelajar.
“Orang tua harus lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan biarkan anak keluar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan. Pemerintah dan sekolah juga harus hadir memberikan pembinaan agar anak-anak tidak terjerumus ke lingkungan yang salah,” katanya.
Ia juga mendorong agar sekolah dan pemerintah daerah memperbanyak kegiatan positif bagi generasi muda, seperti olahraga, kegiatan sosial, seni budaya, maupun aktivitas kepemudaan lainnya sebagai wadah penyaluran bakat dan kreativitas.
“Anak-anak harus diberikan kegiatan yang bermanfaat. Dengan adanya aktivitas positif, mereka akan lebih fokus mengembangkan potensi diri daripada terlibat dalam kelompok yang mengarah pada tindakan kriminal,” tegasnya.
Iwan Banjar berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, pencegahan terhadap geng motor dan begal harus dilakukan secara bersama-sama agar Kota Jambi dan wilayah sekitarnya tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.
















