Dialog dengan Pedagang dan Pembeli, Ivan Wirata Pantau Langsung Harga Sembako di Pasar Sengeti

Oplus_16908288

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muaro Jambi melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (16/03/26).

 

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam peninjauan itu, Ivan Wirata terlihat berdialog langsung dengan para pedagang maupun pembeli guna mengetahui kondisi harga serta pasokan bahan pokok secara riil di lapangan.

 

Dari hasil pemantauan tersebut, sejumlah komoditas utama masih berada pada harga yang relatif stabil. Harga telur ayam berada di kisaran Rp1.700 hingga Rp2.000 per butir. Sementara harga ayam potong berkisar antara Rp36 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Untuk daging sapi, para pedagang menjual dengan harga sekitar Rp150 ribu per kilogram.

 

Selain itu, harga minyak goreng juga terpantau masih terkendali, yakni sekitar Rp38 ribu untuk kemasan dua liter.

 

 

 

Sedangkan untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Ivan Wirata memastikan stoknya masih aman dan harga di pasaran juga tidak mengalami lonjakan signifikan.

 

“Kita turun langsung ke pasar untuk melihat kondisi sebenarnya. Dari dialog dengan pedagang dan pembeli, harga masih relatif stabil dan stok juga tersedia, termasuk beras SPHP yang masih aman,” ujar Ivan Wirata.

 

 

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa potensi kenaikan harga bahan pokok biasanya terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri, khususnya pada H-1 Lebaran, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

 

 

 

Untuk itu, Ivan Wirata meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Muaro Jambi dapat terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar tradisional serta melakukan intervensi apabila terjadi lonjakan harga.

 

 

 

Menurutnya, bentuk intervensi yang dilakukan tidak harus besar, namun bisa berupa langkah-langkah ringan yang mampu membantu menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang dan masyarakat.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *