MPLLBB Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Tanjung Pauh dengan Pengusaha terkait Kerusakan Jalan

JAMBI – Perjuangan masyarakat Desa Tanjung Pauh Kilometer 39 dalam menuntut perbaikan jalan yang selama ini rusak akibat aktivitas angkutan batu bara mulai menunjukkan hasil. Setelah melalui serangkaian aksi dan musyawarah yang melibatkan warga, aparat kepolisian, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait, akhirnya muncul titik terang atas tuntutan yang selama ini disuarakan masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Dalam hasil musyawarah yang berlangsung di lokasi, disepakati bahwa pada malam ini seluruh truk angkutan batu bara tidak diperkenankan melintas di wilayah Desa Tanjung Pauh Kilometer 39. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

 

Sementara itu, aktivitas kendaraan yang masih terlihat di lapangan hanya difokuskan untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat antrean panjang yang sempat terjadi. Pemerintah Desa Tanjung Pauh juga telah mengarahkan kendaraan menuju sejumlah jalur alternatif guna meminimalisir kemacetan dan menghindari penumpukan kendaraan di lokasi aksi.

 

Di tengah situasi tersebut, Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) yang turut mengawal perjuangan warga berperan sebagai fasilitator komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan. Koordinator aksi MPLLBB mengimbau seluruh masyarakat agar tetap bersabar, menjaga keamanan, serta tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang dapat mengganggu kondusivitas di lapangan.

 

“Kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang dan menjaga ketertiban. Komunikasi dengan pihak perusahaan terus dilakukan dan mulai menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar koordinator aksi.

 

Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, perwakilan perusahaan, Cipto, telah menghubungi Kepala Desa Tanjung Pauh dan memastikan akan hadir secara langsung pada Minggu (5/7) pukul 10.00 WIB untuk melakukan pertemuan tatap muka bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

 

Susana ketua MPLLBB saat dimintai keterangan melalui WA membenarkan ” informasi bahwa besok akan di adakan pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan besok pagi jam 10 di desa tanjung pauh”, tegasny

 

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam mencari solusi konkret atas tuntutan masyarakat, khususnya terkait percepatan perbaikan ruas jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan dinilai semakin membahayakan pengguna jalan akibat tingginya intensitas angkutan batu bara.

 

Harapan besar kini disematkan masyarakat kepada pertemuan tersebut. Warga berharap komitmen yang akan disampaikan pihak perusahaan tidak berhenti sebatas janji, melainkan segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Bila seluruh kesepakatan berjalan sesuai rencana, masyarakat optimistis proses perbaikan jalan dapat mulai direalisasikan secepatnya, sehingga akses transportasi kembali aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh pengguna jalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *