JAMBI – Aksi balap liar yang dilakukan sejumlah remaja di Kota Jambi dinilai semakin meresahkan masyarakat. Aktivitas tersebut kerap berlangsung di jalan umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan serta berpotensi memicu tawuran antar remaja.
Beberapa lokasi yang sering dijadikan arena balap liar di antaranya kawasan Tugu Keris Kota Baru, kawasan Perkantoran Gubernur Jambi di Telanaipura, hingga area Bandara Lama di Kecamatan Jambi Selatan. Para pelaku biasanya mulai beraksi pada malam hari dengan memacu kendaraan berkecepatan tinggi.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Aswan Hidayat Usman, SE, mendukung rencana Pemerintah Kota Jambi untuk membangun sirkuit non permanen di kawasan Kota Tua, Kecamatan Pasar Jambi.
Menurut Aswan, kawasan Kota Tua dinilai cocok dijadikan lokasi penyaluran hobi otomotif para remaja karena relatif sepi dari aktivitas masyarakat. Selain menjadi wadah kegiatan positif, keberadaan sirkuit juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
“Konsep lintasan balap sebelumnya sudah dibahas, termasuk rencana perbaikan infrastruktur jalan lintasan dan sistem keamanan bagi para pembalap,” ujarnya.
Tak hanya untuk balap motor, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi berbagai agenda olahraga lainnya seperti balap sepatu roda, BMX, hingga balap lari.
Aswan berharap rencana pembangunan sirkuit non permanen tersebut dapat segera direalisasikan dan tidak hanya menjadi wacana semata. Menurutnya, keberadaan arena balap resmi dapat menyalurkan hobi remaja ke arah positif sekaligus meningkatkan aktivitas UMKM dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.















