Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mengingatkan bahwa semangat masyarakat dalam membangun masjid harus diimbangi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan aktivitas sosial keagamaan.

 

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Muchendi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (4/6).

 

Menurut Muchendi, pembangunan rumah ibadah merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan juga dari kehidupan keagamaan yang tumbuh di dalamnya.

 

“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muchendi.

 

Ia mengapresiasi inisiatif warga Desa Gading Raja yang secara swadaya memulai pembangunan masjid. Menurut dia, banyak rumah ibadah di Kabupaten OKI dapat berdiri dan berkembang berkat kekompakan masyarakat.

 

“Membangun rumah Allah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Manfaatnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Muchendi menambahkan, percepatan pembangunan masjid membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan berupaya mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk turut berpartisipasi.

 

“Kami berharap perusahaan yang berada di sekitar wilayah ini dapat ikut membantu. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” katanya.

 

Selain menghadiri peletakan batu pertama, Muchendi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

 

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin Ahmad Jailani mengatakan pembangunan masjid baru dilakukan karena bangunan lama tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah, terutama saat Idul Fitri, Idul Adha, dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan.

 

“Selama tiga tahun terakhir kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *