Dana BBM Kendaraan Dinas Raib,Dugaan dipergunakan Untuk Kepentingan Pribadi

Teranews.id |Batang Hari-bantuan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk kendaraan roda 4 (Empat) dan roda 2 (Dua), pada Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, dimulai dari Bulan Maret sampai dengan Mei 2023, belum diterima oleh mereka yang berhak mendapat bantuan, karena telah dialihkan kepada kepentingan yang lain, atas kebijakan kepala dinas. Selasa (06-06-2023)

Sebelumnya, berawal dari satu di antara petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang secara langsung mengatakan kepada teranews saat di konfirmasi di Balai Pertanian.

Bacaan Lainnya

Diketahui, Terkait masalah uang bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diberikan oleh pemerintah, memang belum sepenuhnya diterima, hanya dari Bulan Januari dan Februari saja yang baru dibayarkan.

Dijelaskan Herlina satu diantara seorang petugas lapangan pengguna kendaraan dinas, “Adapun kendala kenapa uang bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Maret sampai Mei belum dibayarkan saya tidak tahu pasti, itu semua urusan pihak dinas, dan bukan ranah saya untuk mencari tahu apa penyebabnya,” kata Herlina di halaman Balai Pertanian Selasa (06/06).

Selanjutnya, setelah mengantongi beberapa informasi yang berhasil dihimpun dari hasil investigasi di lapangan, Teranews.id segera mengarah menuju Sekretaris Pangan Pertanian dan Perikanan (PPP).

Desmawati selaku sekretaris Pangan Pertanian dan Perikanan (PPP), yang baru saja pensiun, namun masih duduk di kursi sekretaris pada saat dikonfirmasi mengatakan, “Sebenarnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk pembayaran Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan roda empat (4) dan roda dua (2) belum ditandatangani, sehingga menjadi penyebab belum cairnya uang tersebut,” kata Desmawati di ruang kerjanya. (06-06)

Kemudian, Farizal selaku kepala dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (PPP) mencoba menjelaskan kepada Teranews.id, tentang isu yang sedang hangat beredar di kalangan pegawai nya, terkait Uang bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diketahui, digunakan untuk kepentingan pribadinya.

“Sebenarnya uang bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun anggaran 2023 ini, itu saya alihkan untuk pembayaran hutang Alat Tulis Kantor (ATK), karena saya tidak mau lagi ada hutang di luar,” kata Farizal di ruang kerjanya. (06/06)

Farizal juga mengatakan kepada teranews.id, “secepatnya permasalahan ini akan kita selesaikan, dan semoga tidak terjadi lagi hal seperti ini di kemudian hari,”tegasnya.

“Bagaimana kami mengatasi permasalahan ini, itu nanti interen kami yang akan saling berkomunikasi, yang penting masalah ini cepat selesai, dan saya tidak bisa menjelaskan saat ini,” tutupnya. (Bambang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *