Ambulans 24 Jam Sulit Dihubungi, Aktivis OKU Desak Evaluasi Driver dan Dinkes Bertindak Tegas

TERANEW.id, Baturaja – Pelayanan ambulans program Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan keluhan masyarakat terkait nomor layanan ambulans 24 jam yang disebut tidak aktif saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Kondisi tersebut menuai keprihatinan berbagai pihak, salah satunya Aktivis OKU, Herlan, yang menilai persoalan itu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan pelayanan dasar masyarakat.

Bacaan Lainnya

 

Pernyataan itu disampaikan Herlan pada Kamis (7/5/2026) di kawasan Taman Kota Baturaja. Ia menegaskan bahwa layanan ambulans merupakan fasilitas vital yang harus selalu siap siaga, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan responsif.

Menurutnya, apabila nomor layanan yang disediakan pemerintah tidak dapat dihubungi saat masyarakat membutuhkan bantuan, maka hal itu menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pelayanan yang harus segera diperbaiki.

 

“Jangan sampai program-program Bupati dan Wakil Bupati rusak reputasinya oleh segelintir wong yang idak bertanggung jawab dengan tugasnyo,” tegas Herlan.

 

Ia juga menyoroti kinerja oknum pengemudi ambulans yang dinilai kurang disiplin dan tidak maksimal menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Herlan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap driver ambulans maupun sistem kesiapsiagaan layanan 24 jam yang telah dijalankan.

 

Menurutnya, program pelayanan kesehatan yang digagas pemerintah daerah sejatinya bertujuan membantu masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik. Karena itu, ia menilai tidak boleh ada kelalaian yang justru mencoreng citra pelayanan pemerintah di mata masyarakat.

Herlan juga mendesak adanya langkah tegas dan pembenahan konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dapat memperkuat pengawasan, memastikan nomor layanan selalu aktif, serta meningkatkan kedisiplinan petugas di lapangan.

 

“Jangan sampai hal seperti ini terulang dan merusak citra program-program Bupati dan Wakil Bupati OKU. Karena kita tahu sendiri bagaimana kinerja dan niat baik beliau untuk seluruh masyarakat OKU, jangan sampai dirusak oleh bawahan,” pungkasnya. (Red..)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *